Lail, Sampaikan;




Kepada Lailatul Qadr yang bentangannya sebesar harapku, bantu aku menyampaikan segala harapku pada-Nya melalui tangan ganjilmu. Harap-harap, do'aku sampai dengan selamat, dengan sunyi, dengan tenang agar penduduk langit tak dapat menghiraukan permohonanku yang—Kau tahu mereka akan sangat bosan mendengar aku menyebut namanya lagi dan lagi.

Lail, sampaikan;

Ya Rabb, boleh kan aku mengulang nama yang senantiasa ku selipkan dalam setiap untaian doaku?

Tak apa kan aku terus memintanya?


Ya Rabb, meski masih jauh perjalanan, meski terhalang ketidakmungkinan , meski ternyata bukan aku yang berada dalam tulisan takdirnya. Biarkan aku tetap melangitkan namanya. Lagi pun, segala perkiraan-perkiraan menyakitkan tentang—kemungkinan bukan aku yang ia ajak bersama, tak membuatku urung mendoakannya.


Ya Rabb, aku terlanjur mengagumi,

Dan karena aku tak ingin jatuh kembali, aku memilih untuk memintanya terang-terangan padamu. Tanpa kendali, tanpa segan. Seolah-olah hanya aku yang menginginkannya. Padahal, beribu manusia disana, juga.


Terakhir,

Lail, sampaikan padanya;

Suatu hari, pasti

Do'a ku akan sampai padamu.

Dengan hangat, dengan kasih

Tanpa gemuruh

Begitu lembut, begitu tenang.

Hanya untuk dirimu, tunggulah



Df














Komentar