2021



(Menghela napas)

Awal tahun yang terbilang menyedihkan, sebab berita duka terus saja berdatangan. Huft, namun tampaknya kita sudah terbiasa, ya walaupun masih sering menangis dipojokan kamar. 

Bosan sebenarnya, bila setiap hari harus mendengar jeritan-jeritan anak kecil meminta tolong, media yang mengabarkan kesedihan, dan kita yang belum juga berdamai dengan diri sendiri. Bagaimana lagi? Hmm rasanya lebih baik menyerah ya, lebih baik menutup telinga seolah tak mendengar apa-apa, tak peduli apa-apa. 

Bukan berarti tidak manusiawi. Hanya,  menyelamatkan diri sendiri. Egois sesekali memang tak boleh?

Lalu, harusnya seperti apa? Terus diam sembari melakukan perintah orang lain? Haaah beban lagi beban lagi. 

Sampai kapan ya kesedihan ini berakhir. Aku kira, 2020 adalah tahun yang mengakhiri keterpurukan. Ternyata, seberat ini awal tahun. 

'Ngga apa-apa everything will be oke, fase kaya gini ngga akan lama ko' Seutas kalimat yang cukup menguatkan.  Menurutku.

Komentar

Postingan Populer