Tak Pernah Selesai



Angin dan buih lautan. Dua hal yang tak pernah surut ramainya. Aku pernah menulis ini, tapi sepertinya hilang atau mungkin hanyut terbawa arus derasmu.


Aku tak ingat pasti, namun saat itu disuatu petang yang redup, aku terdampar dekat hulu sungai, terbatuk-batuk sendiri, berjalan sempoyongan sembari mencerna, tempat apa ini? Aku meneruskan langkahku meski harus terhuyung-huyung. Detik bergulir cepat, kicauan burung sudah tak terdengar lagi, namun nampaknya aku masih tersesat. Jalan pulang tak juga terlihat. Ngkau membawaku kemana sebetulnya?


Suara-suara gaduh yang ntah dari mana terus memenuhi ruang pikiranku, riuh bercampur kabut tidak putusnya  mengelilingi tubuh rapuh ini. Rupanya semua hal yang aku lalui bersamamu memang tak pernah selesai. Bahkan ketika ngkau sudah pergi dan hilang, aku masih tertatih-tatih seorang diri, mencari jalan pulang. 


df


Komentar

Postingan Populer