Bila Nanti Aku Tiada
Aku selalu ingin pergi, kemanapun. ketempat yang belum pernah aku kunjungi. Namun ternyata itu tak cukup, rasanya aku harus lenyap, meninggalkan dunia ini.
Dan sebetulnya, itu yang aku harapkan. Berpulang, pergi jauh hingga tak lagi dapat ditemui siapapun. Sebab untuk hidup, aku sangat tak layak, terlebih menghirup oksigen, seperti mengambil hak orang lain yang ingin bernapas.
Seandainya dulu aku tak lahir, mungkin bumi tak perlu bersusah payah menopang tubuh usangku.
Mungkin, orang-orang yang aku temui tak akan lelah mendengar ucapanku yang tak perlu. Bukankah aku juga tak akan membebani siapa-siapa. Lantas untuk apa sebenarnya aku hidup? Untuk apa aku bertahan?
Hai, bila nanti aku tiada, semoga semua yang berdetak, melupakan aku. Bila aku tenggelam atau hilang sekalipun, biarkan saja. biarkan jasadku tak pernah ditemukan, supaya aku benar-benar tiada. Aku hanya ingin di asingkan. Tapi, apakah nanti orang-orang akan bersedih? Atau justru bersyukur karena akhirnya pembawa sial sepertiku, mati?
Aku harap mereka bahagia, karena akupun bahagia untuk meninggalkan bumi ini.
Oh iya, aku sangat menyukai bunga. Jika suatu hari banyak sekali yang berkemaran, jangan keberatan ya!
Df

.jpg)

Komentar
Posting Komentar