Setelah Tak Bersamamu
Untukmu lagi, Labirin
Aku tahu, suatu hari kamu akan membaca tulisan ini. Ntah dalam bus, disudut kota, atau diperjalanan pulang menuju rumah.
Labirin,
Katamu, "Kamu pasti baik-baik aja walau tanpa aku."
Dulu, aku setidak yakin itu untuk baik-baik saja. Karena, siapa yang bisa menjalani hari setelah perpisahan yang menyakitkan? Siapa yang mau menerima begitu saja setelah ditinggalkan? Siapa yang mau berdamai setelah menelan hari yang menyesakkan? Tak ada. Sebab itu, aku selalu berharap kamu kembali. Supaya duniaku berjalan lagi dengan semestinya.
Namun, kamu tak juga kembali atau mungkin memang tak akan pernah kembali.
Labirin,
Selama kamu pergi, aku selalu berusaha menemuimu, berlari hingga tersandung-sandung karena ternyata, sampai kapanpun aku tak akan bisa menyamai langkahmu. Aku selalu tertinggal. Aku terlalu kecil untukmu yang memiliki banyak semesta. Tapi, hal itu tak cukup membuatku berhenti mencintaimu. Aku berusaha kembali, supaya bisa melangkah dengan kaki yang lapang, lalu menemuimu.
Katamu juga, "Kita akan tetap berteman." Namun, itu hanya bualanmu saja kan. Sebab sekarang, aku sama sekali tak ingat suaramu seperti apa. Aku juga tak ingat kapan terakhir kali kamu memanggil namaku. 4 atau 5 tahun yang lalu?
Labirin,
Setelah tak bersamamu, perlahan duniaku seperti hilang begitu saja.
Aku melewati banyak hal sulit seorang diri. Lantas, bagaimana denganmu? Sepertinya, kamu baik-baik saja. Karena aku kan sumber lelahmu itu?
Aku iri, betapa semuanya mudah bagimu. Sedangkan aku, perlu terseok-seok dahulu hanya untuk bisa merasa baik-baik saja. Ini sangat tidak adil.
Namun kini, semua sudah selesai.
Aku tak lagi pilu melihatmu, tak lagi ada perasaan rindu atau bahkan perasaan ingin kembali. Semua sudah usai. Seperti yang kamu mau.
Df
April, 2023

.jpg)

Komentar
Posting Komentar