Banyak sekali


Sabila kecil,

Seandainya sekarang kita bisa berjumpa. Kupastikan aku akan memelukmu erat.


Hari ini, semoga untuk selamanya-aku berharap, kita bisa berdamai lebih dari sekedar sentosa. Supaya tak lagi ada yang tersakiti, tak lagi ada yang menghalangi jejak untuk berbahagia. Untuk bersenang-senang. 

Aku tak akan melarangmu untuk tetap hidup, tak juga menyuruhmu untuk bertahan. Aku hanya ingin kamu percaya, bahwa menjadi dewasa bukan sekedar menjadi hebat dan kuat. Tapi, merasa ada dan cukup.

Mungkin, sepanjang kamu beranjak dewasa, banyak pertanyaan-pertanyaan yang tak kunjung terjawab. Namun, dengan tetap berjalan, pertanyaan itu akan hilang tergantikan dengan pernyataan yang kamu maknai sendiri. 


Sabila kecil,

Seandainya saat itu kita memutuskan untuk menyerah, mungkin kamu tak akan percaya bahwa sekarang, aku bisa tidur dalam kegelapan malam. Maksudku, tak lagi harus menyalakan lampu. Nah yang ini hebat bukan? 

Dan kini, semua takutmu sudah berhasil aku lawan.  Mungkin karena aku telah banyak melalui hal-hal melelahkan juga menyesakkan. Ah mengingat itu, air mataku meluruh.


Sekali lagi Sabila kecil,

Aku ingin kamu tetap hidup dengan semestinya. Tak perlu berjuang apa-apa, karena sudah aku pertahankan semua bahagia juga senangmu. 

Tolong, bertahan lebih lama, sebab saat ini, banyak sekali tangan yang membantumu tumbuh dan bersukacita. Banyak sekali peluk yang membuatmu hangat dan tenang. Banyak sekali. 


Df

Komentar

Postingan Populer