Bait Yang Hampir Selesai
tak apa bila pada akhirnya aku harus berjalan seorang diri. Menyusuri setiap bait dan kata yang sempat menjadi kita. Aku akan tetap menyelesaikan paragraf demi paragraf ini, lalu menutup buku dan tak akan pernah menerbitkannya, supaya kisah ini selesai tanpa perlu dibaca kembali. Lagipun seharusnya kita tak usah memulai kata, kalimat-kalimat yang pernah kita tulis sebaiknya disimpan rapi dalam relung-relung jiwa.
Namun, aku akan tetap mencintaimu sehebat yang aku bisa, dengan tenang, melalui do'a-do'a malam yang kiranya dapat menyejukkan sukmamu. Meski mungkin, bukan harapku yang ngkau inginkan.
Seandainya, bisa ku raih seluruh hatimu melalui tulisan-tulisan ini, akan aku menulis sepanjang hari hingga tinta dalam penaku habis. Aku kepalang menyayangimu, sedalam ini. Dan bila ngkau keberatan, aku akan berhenti lalu menghilang seperti puisi-puisi pujangga lama yang tertimbun tanah bangunan.
Df
Sukabumi, 17 Januari 2024

.jpg)

Komentar
Posting Komentar