Pulang





Kau tahu?
Aku yang menyeka air matanya
Mendekap hangat,
Memberi ruang,
Supaya ia bisa menyalurkan segala kesedihan

Namun,
Setelah membaik
Ia pergi

Katanya, terimakasih sudah menjadi teman 
Ah, aku lupa
Kita ini kan hanya sebatas dedaunan dan rumput

Sebentar,
Jika seperti itu, mengapa pulang?


df

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer