Yang Abadi
Namun, jemariku terlalu kaku, diksiku terlalu lapuk, sajak-sajakku tak ubahnya seperti rumah reyot yang sama sekali tak menarik untuk dikunjungi. Biarpun begitu, kamu abadi didalamnya, akan dan selalu abadi.
Sebab itu aku selalu penasaran, dikehidupan berikutnya akankah kita bertemu lagi? Namun sayangnya, aku tak bisa menebak hal sekecil itu. Ntah karena masa sudah membawamu jauh sekali hingga tak lagi dapat aku terka, atau memang kita sudah kepalang selesai?
Aku senang mendo'akanmu sebab aku tahu itu satu-satunya cara yang dapat aku lakukan agar kamu baik-baik saja. Agar kamu bisa meraih segala mimpimu. Agar tuhanku senantiasa menjagamu dalam segala daya. Biarkan aku terus menengadah memohon pada-Nya untuk segala kebaikanmu.
Kamu adalah kesemogaan yang selalu aku langitkan
Df

.jpg)

Komentar
Posting Komentar